Beberapa tahun lalu saya pernah berada di posisi yang dianggap banyak orang sebagai sukses. Saya menjabat sebagai direktur dan menerima penghasilan sekitar 50 juta rupiah per bulan.
Di luar, hidup saya terlihat baik. Namun di dalam, saya menjalani hari-hari dengan tekanan yang tidak ringan.
Kebahagiaan saya hanya saat menerima transferan gaji, selebihnya justru tertekan. Saya akui bahwa gaji sebesar itu memudahkan kehidupan saya tapi rasanya tetap tidak seimbang dibandingkan stres dan tekanan kerjaan saya.
Sejak awal saya sebenarnya mengatakan bahwa saya bukan orang sales. Kekuatan saya lebih banyak di membangun sistem, mengembangkan divisi, dan menjalankan operasional. Tetapi seiring waktu, target penjualan menjadi fokus utama. Setiap pencapaian terasa kurang, dan selalu ada target baru yang harus dikejar.
Saya bertahan hampir 10 tahun. Selama itu saya berhasil membangun satu divisi yang cukup sukses. Ironisnya, setelah saya resign, divisi tersebut tidak lagi berjalan baik dan akhirnya ditutup.
Dari pengalaman itu saya belajar satu hal penting: uang dan kebahagiaan tidak selalu berjalan searah. Penghasilan besar memang memberi kenyamanan, tetapi jika setiap hari dijalani dengan tekanan, rasa tidak adil, dan kehilangan ketenangan, maka ada harga yang harus dibayar.
Bukan berarti tidak ada uang akan lebih bahagia, intinya uang tidak 100% memberi kebahagian tapi memberi kemudahan, sedangkan tidak ada uang besar kemungkinan tidak ada kemudahan dan susah mencapai kebahagiaan, semua harus seimbang.
Saya tidak menyesali masa itu karena banyak pelajaran yang saya dapatkan. Namun hari ini saya lebih menghargai hal-hal yang dulu sering saya abaikan: kesehatan, waktu bersama keluarga, dan hati yang tenang.
Saat ini penghasilan saya jauh dari gaji saya saat itu, tapi sekarang waktu saya untuk anak sangat banyak, ini kebahagiaan tersendiri.Bisa melihat perkembangan anak setiap hari. Alhamdulillah kebutuhan sehari hari tetap bisa terpenuhi.
Saya tidak harus mencintai pekerjaan saya, tetapi ketika saya mulai membencinya, saya tahu itu bukan lagi tempat yang baik untuk saya.