Saya punya satu hobi yang sudah menemani hidup sejak lama: lari.
Saya mulai berlari saat usia sekitar 30-an, pada masa ketika lari belum sepopuler sekarang. Belum banyak event, belum ramai di media sosial, dan orang yang rutin lari masih terbilang sedikit. Waktu itu saya berlari karena memang menikmatinya.
Kemudian hidup berubah. Pekerjaan semakin sibuk, tanggung jawab bertambah, dan hobi itu perlahan terhenti. Saya berhenti berlari selama bertahun-tahun.
Di usia 50 tahun, saya memutuskan untuk mulai lagi.
Awalnya tidak mudah. Tubuh tidak lagi sama seperti dua puluh tahun lalu. Namun saya memilih memulai dengan sederhana: yang penting konsisten.
Sekarang saya berusaha berlari minimal 5 kilometer setiap hari. Tidak selalu cepat, tidak selalu sempurna, tetapi saya menikmati prosesnya.
Salah satu perubahan yang paling terasa adalah berat badan saya turun dari 74 kg menjadi 64 kg. Lebih dari sekadar angka di timbangan, saya merasa tubuh lebih ringan dan pikiran lebih segar.
Bagi saya, lari bukan lagi tentang mengejar waktu tercepat. Lari adalah cara untuk menjaga kesehatan, memberi ruang bagi pikiran, dan mengingatkan diri bahwa kita selalu bisa memulai kembali, berapa pun usia kita.
Saya pernah berhenti bertahun-tahun, tetapi ternyata tidak ada kata terlambat untuk kembali berlari. Saat ini saya rutin lari lebih untuk kesehatan, tidak pernah ikut event apapun, hanya menjaga berat badan, gula darah dan jantung supaya peredaran darah lebih baik.
Kalau tertarik hobi Lari dan ada pertanyaan, terutama untuk teman teman umur diatas 40 tahun boleh tulis di comment, inysa Allah saya jawab